Sunday, 1 July 2018

URGENSI JIHAD BIL-‘ILMI

URGENSI JIHAD BIL-‘ILMI
(Mengkaji Konsep dan Kiprah Jihad Imam al-Ghazali)
Oleh: Dr. H. Adian Husaini


---------------------------------------------------------------------------------------------------
Rasulullah saw bersabda:
“Al-Mujahid man jahada nafsahu fi-Allah ‘Azza wa-Jalla”. (Mujahid adalah seseorang yang melakukan jihad melawan hawa nafsunya di jalan Allah).
“Jahid al-mushrikina bi amwalikum wa anfusikum wa alsinatikum”. (Berjihadlah melawan orang-orang musyrik dengan hartamu, jiwamu, dan lisanlisanmu).
Man kharaja ila thalabil ‘ilmi fa-huwa fi sabilillah hatta yarji’a (Barangsiapa yang keluar rumah untuk mencari ilmu maka ia sedang berjihad di jalan Allah, sampai dia kembali).
---------------------------------------------------------------------------------------------------


Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin Ahmad al-Ghazali yang lebih dikenal dengan sebutan Imam Al-Ghazali (450/1058-505/1111) – dalam sejarah Islam dikenal sebagai seorang pemikir besar, teolog terkemuka, filosof, faqih, sufi, dan sebagainya. Ia menulis begitu banyak buku yang mencakup berbagai bidang seperti aqidah, fiqih, ushul fiqih, filsafat, kalam, dan sufisme. Satu hal yang menarik adalah bahwasanya al-Ghazali sempat mengalami satu peristiwa besar dalam sejarah umat Islam, yaitu Perang Salib (Crusade). Namun, di dalam karya besarnya, Ihya‘ ’Ulum al-Din, ia justru tidak menulis satu bab tentang jihad. Malah, dalam kitab yang ditulis sekitar masa Perang Salib itu, al-Ghazali menekankan pentingnya apa yang disebut jihad al-nafs (jihad melawan hawa nafsu).

Karena itulah, banyak sarjana Muslim memberikan kritik – setidaknya mempertanyakan – sikap dan posisi al-Ghazali dalam hal Perang Salib dan juga konsepsinya tentang jihad, dalam makna qital (perang) melawan musuh yang jelas-jelas sudah menduduki negeri Muslim. Apalagi, sejumlah hadits yang dikutip al-Ghazali dalam soal jihad al-nafs, dinilai pakar hadith sebagai hadith yang lemah atau dha’if.

Sebagai contoh, Robert Irwin, dalam artikelnya berjudul “Muslim responses to the Crusades”, (April 1997), menyebutkan, bahwa meskipun al-Ghazali sempat berkunjung ke berbagai tempat suci Islam, termasuk Masjid al-Aqsha pada tahun 1096, tetapi ia tidak pernah menyebut tentang masalah pasukan Salib dalam berbagai tulisannya. (Other Muslim writers, however, willfully or inadvertently ignored the crusader presence. The great Sufi thinker, al-Ghazali (d. 1111), resigned a professorship in Baghdad to travel and pray in various holy places. Although he spent some time meditating at the Dome of the Rock in Jerusalem in 1096, he never mentioned the Franks anywhere in his prolific writings, preferring to concentrate on the alleged heresies and evils of the Shi`is).

Baca selengkapnya DISINI

No comments:

Post a Comment