Monday, 19 February 2018

Hermeneutika Gadamer dan Dampaknya Terhadap Studi Qur’an

Hermeneutika Gadamer dan Dampaknya Terhadap Studi Qur’an
Adnin Armas, M.A.


Pemahaman adalah Persoalan Ontologis
Hermeneutika Gadamer berakar kuat dalam konsepnya tentang sejarah. Menurut Gadamer, manusia tidak pernah bisa dipisahkan dari sejarah. Manusia milik sejarah, bukan sebaliknya. Eksistensi manusia (Dasein) selalu menemukan dirinya telah terkait dengan yang lain. Kita menemukan wujud diri kita telah berada dalam dunia (In-der-Welt-Sein/wujud-di-dalam-dunia) yang tidak kita ciptakan, dan inilah dunia kita. Akal juga menyejarah. Akal tidak dapat membebaskan dirinya dari pra-penilaian dan tradisi. Kondisi-kondisi kongkrit ada ketika akal bekerja karena akal tidak bisa lepas dari sejarahnya. Sebelum pengalaman individu, sejarah telah terlebih dahulu wujud sekaligus terlebih dahulu memiliki pengaruh, yang menentukan pengalaman tersebut. Oleh sebab itu, Gadamer menegaskan bukan penilaian-penilaian yang sebenarnya membentuk realitas sejarah dari wujud individu, tetapi justru pra-penilaian-pra-penilaian (Vorurteil).


Dalam pandangan Gadamer, situasi dan kondisi penafsir sekarang (ia mengistilahkannya sebagai situasi hermeneutis/hermeneutical situation) merupakan sebuah pra-penilaian yang tidak bisa dihilangkan karena situasi tersebut adalah “given.” Bagi Gadamer, pra-penilaian tidak pernah dapat dipisahkan dari hakikat wujud manusia. Oleh sebab itu, kondisi penafsir sekarang, bukan lah halangan yang merintangi dalam penafsiran, namun justru merupakan landasan produktif dari semua pemahaman. Dalam pandangan Gadamer, teori penafsiran Scheleirmacher akan menjadikan situasional penafsir (orang yang mengetahui) sebagai sebuah persoalan, dan bahkan penafsir akan menafikan situasinya sendiri. Ini sebuah kekeliruan. Bagi Gadamer, situasi sekarang yang merupakan sebuah pra-penilaian kita tidaklah memotong kita dari masa lalu, namun merupakan permulaan yang membuka wawasan kita. Pra-penilaian-pra-penilaian tersebut adalah kondisi positif yang memungkinkan pemahaman positif.

Baca selengkapnya DISINI

No comments:

Post a Comment