Thursday, 19 October 2017

Penjelasan Kitab Arrisalatul Jami'ah Bagian 32



Penjelasan Kitab Arrisalatul Jami'ah Bagian 32
Senin, 21 Oktober 2013


عَنْ أَبِي الْخَيْرِ سَمِعَ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَمْرٍو أَنَّ أَبَا بَكْرٍ الصِّدِّيقَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْه
قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلِّمْنِي دُعَاءً أَدْعُو بِهِ فِي صَلَاتِي قَالَ قُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مِنْ عِنْدِكَ مَغْفِرَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
 
PENJELASAN HADITS OLEH ASY- SYEKH RIDWAN AL- 'AMIRY

Tadi baru saja dibacakan hadits Baginda Rasulullah SAW, yang mana وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى , Rasulullah SAW banyak sekali mengajarkan kepada kita umat Nabi Muhammad SAW tata cara berdoa kepada Allah SWT, memohon kepada Allah SWT, tata cara meminta kepada Allah SWT. Sebagaimana mereka sahabat Nabi Muhammad SAW selalu bertanya kepada Rasulullah SAW, tidak ada suatu kebaikan melainkan telah diajarkan dan ditunjukkan oleh Baginda Rasulullah SAW. Sebagaimana yang dirawatkan tadi oleh Sayyidina Abdullah bin 'Amr bin Ash RA, beliau menyampaikan dari Sayyidina Abu Bakar ash- Shidieq, bahwasanya beliau bertanya kepada Baginda Rasulullah SAW tentang suatu doa, " يَا رَسُولَ اللَّهِ عَلِّمْنِي دُعَاءً أَدْعُو بِهِ فِي صَلَاتِي " ( ya Rasulullah ajarkan aku doa yangmana aku baca didalam sholatku ), maka berbeda pendapat disini para ulama , apakah dibaca diawal sholat, dipertengahan sholat atau diakhir sholat, atau dibaca diwaktu qiyam, atau diwaktu ruku' atau diwaktu sujud. Alhasil beberapa ulama berpendapat bahwa dibaca diakhir sholat khusunya diwaktu sujud,karena paling dekatnya seorang dengan Allah ta'ala didalam sholatnya yaitu ketika sujud.

Maka sayyidina Abu Bakar ash-Shidieq menanyakan hal ini kepada Rasulullah SAW, kiranya apa doa yang paling bagus untuk aku baca didalam sholat? Maka Rasul mengatakan " قُلْ اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ فَاغْفِرْ لِي مِنْ عِنْدِكَ مَغْفِرَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ " ( ya Allah aku telah berbnuat dosa , apa dosa yang dilakukan oleh seorang Abu Bakar ? yangmana beliau meletakkan batu di mulutnya, sehingga sahabat bertanya mengapa engkau meletakkan batu sehingga setiap ingin berbcara harus mengeluarkan batu tersebut, maka beliau menjawab "ini gara gara mulut atau lidah bisa menjerumuskan aku kedalam api neraka".

Dan juga terdengar dari beliau didalam majelis diantara pembicaraan beliau ketika berhenti terdengar لااله الا الله secara berulang - ulang ,itulah kalimat yang terlantun dari lisan sayyidina Abu Bakar ash-Shidieq, begitu pula sayyidina Umar bin Khatab melantunkan kalimat الله اكبر الله اكبر , sayyidina Utsman bin Affan melantunkan سبحان اللهسبحان الله , sayyidina Ali Ra الحمد لله الحمد لله .

Adapun yang dimaksud dengan ظلما كثيرا adalah seseorang jika berbuat zholim kepada dirinya jika berbuat dosa kepada Allah SWT. ظلما كثيرا berbuat dosa yang banyak, didalam riwayat Muslim "ظلما كبيرا" ulama mengatakan sebaiknya menggabung antara dua hadits tersebut sehingga menjadi اللَّهُمَّ إِنِّي ظَلَمْتُ نَفْسِي ظُلْمًا كَثِيرًا كبير untuk bisa mendapatkan dua riwayat Bukhari dan Muslim. Kemudian وَلَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ ( dan tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau ya Allah ) , فَاغْفِرْ لِي مَغْفِرَةً مِنْ عِنْدِكَ ( ya Allah berikanlah kepadaku ampunan dari sisi-Mu) , إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ ( sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Pengasih ) .

Kita melihat disini kalimat maghfiroh dan taubah itu disebutukan di dalam Al-Quran sebanyak 28 kali, didalam surat al-Baqarah disebutkan sampai 5 kali, 5 ayat didalam surat al- Baqarah, didalam surat ali 'Imran disebutkan 5 kali tentang taubah dan maghfiroh, di surat an-Nisa 2 kali disebutkan, kemudian di dalam surat al- Maidah sampai 6 kali disebutkan maghfiroh dan taubah , begitu pula dalam surat al-A'raf disebutkan sekali, begitu juga surat asy- Syura, ash- Shaff, al- Jumu'ah, hingga 28 kali disebutkan didalam al-Quran mengenai Taubah dan maghfiroh.

Diantaranya Allah berfirman " فَتَلَقَّى آَدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ فَتَابَ عَلَيْهِ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيم ُ " , dan juga Allah ta'ala berfirman " توبوا إلى الله جميعا ايها لمؤمنون لعلكم تفلحون " kita diperintahkan untuk banyak banyak bertaubat dari perbuatan dosa apasaja kitaminta ampun kepada Allah SWT, baik dosa yang kecil maupun dosa yang besar. Janganlah dosa kecil itu diremehkan! Dikatakan bahwa perbedaan antar orang yang mukmin dengan orang yang munafiq adalah orang mukmin jika memandang kepada dosa yang kecil bagaikan melihat sebuah gunung yang akan menimpa dia, akan tetapi orang yang munafiq melihat dosa yang besar bagaikan seekor lalat yang hinggap dihidungnya, dia meremehkan dosa tersebut.

Allah SWT berfirman dalam al- Quran " غافرالذنب وقابل التوب شديدالعقاب ذي الطول لااله الا هو اليه المصير " Allah mendahului dengan غافرالذنب , Allah yang mengampuni dosa, وقابل التوب yaitu menerima taubat, bahkan didalam hadits dikatakan bahawa "Allah gembira dengan taubat dari hambaNya ". Bahkan dijelaskan didalam hadits tentang seseorang yang kehilangan kudanya yangmana diatas kuda tersebut terdapat perbekalannya menuju perjalanan yang begitu jauh, kemudian ia memohon dan berdoa kepada Allah SWT, seketika itu juga kuda tersebut kembali dihadapannya lengkap dengan perbekalannya, sehingga dengan perasaan yang amat gembira orang tersebut salah mengucapkan syukur " ya Allah Engkau hambaku dan aku TuhanMu"

Suatu ketika datang seorang sahabat kepada Nabi Muhammad SAW mengeluhkan dosanya sampai ia berteriak didepan Nabi " alangkah banyaknya dosaku ….." lalu Rasulullah mengatakan kepada sahabat tersebut " اللهم مغفرتك اوسع من ذنوبي و رحمتك ارجى عندي من عملي " maka sahabat tersebut mengucapkan apa yang diajarkan Nabi, yang mana doa tersebut dibaca setiap khatam al-Quran di kota Tareem pada hari kamis pagi, lalu setelah dibaca doa tersebut oleh sahabat itumaka Rasulpun memerintahkan untuk mengulangnya hingga 3 kali. Ampunan Allah itu lebih luas daripada dosa dosa kita, rahmatAllah SWT itulah yang paling kita harapkan daripada amalan kita. Rasul bersabda " لا يدخل احدكم الجنة بعمله الابرحمته " ( tidaklah masuk seorang dari kalian kedalam surga dengan amalnya kecuali dengan rahmat Allah ), sampai para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, " begitupun engkau ya Rasulullah?" Rasul SAW menjawab " begitupun aku, hanya saja Allah melimpahkan anugerah dan rahmatNya kepadaku."

Ada cerita tentang seseorang pada zaman bani Isaro'il yangmana beribadah selama 500 tahun dan bangga atas ibadahnya tersebut, sedangkan kita umur kita antara 60-70 tahun bahkan ada yang dipanggil Allah sebelum waktu tersebut sebagaimana Guru kita Habibana Munzir yang dipanggil Allah pada umur 40, lalu ketika orang tersebut akan dimasukkan kedlam surga dengan rahmat Allah, dia protes kepada Allah dan meminta masuk surga dengan amalnya, lalu Allah menimbang ibadahnya dengan kenikmatan satu mata dan ternyata ibadahnya selama 500 tahun tersebut belum bisa mengimbangi kenikmatan mata tersebut sehingga Allah memerintahkan agar memasukkannya kedalam neraka dengan/sebab amalnya, mendengar hal itu maka ia berteriak dan meminta kepada Allah agar memasukannya kedalam surga dengan rahmatNya.

(lanjutan cerita sahabat) maka setelah sahabat tersebut mengulang ucapan yang diajarka oleh Rasulullah maka Rasulullah berkata kepadanya " sungguh Allah telah mengampuni bagimu.". Bahkan Rasulullah sering mengajarkan para sahabat doa doa yangmana salah satunya yang sering dibaca oleh Rasulullah adalah " اللهم انا نسالك موجبة رحمتك وعزائم مغفرتك والسلامة من كل اثم والغنيمة من كل بروالفوز بالجنة والنجاة من النار" " ini adalah doa yang sering dibaca oleh Nabi Muhammad SAW.

Nabi SAW bersabda " ايهالناس توبوا إلى الله ! فإني أتوب في اليوم مائة مرة " didalam riwayat lain " اكثرمن سبعين مرة " ( wahai manusia bertaubatlah kepada Allah! Sesungguhnya aku setiap hari meminta ampun kepada Allah 100x , " dalam riwayat lain " lebih dari 70 kali). Siapakah yang lebih pantas untuk meminta ampun kepada Allah SWT? Sedangkan Rasulullah Ma'sum (terlindungi dari dosa ). Tidaklah ada suatu perbuatan terpuji dimuka bumi ini terkecuali bersumber dari Rasulullah SAW.

Ditutup dengan kisah seseorang pada Bani Isaroil yangmana ia telah membunuh 99 orang, akan tetapi ia memiliki keinginan besar dalam hatinya untuk bertobat kepada Allah SWT, sehingga ia bertanya tentang orang yang paling pintar dikota tersebut lalu ditunjukkan kepadanya seorang pendeta, lalu orang tersebut bertanya kepada pendeta bahwa adakah ampunan baginya setelah ia membunuh 99 orang? Lalu pendeta tersebut menjawab bahwa tidak ada baginya ampunan, karena kecewa maka orang tersebut melengkapkan membunuh menjadi 100 orang dengan membunuh pendeta tersebut. Akan tetapi masih ada didalam hatinya untuk bertaubat kepda Allah SWT, maka bertanya lagi tentang orang pintar lainnya maka ditunjukkan bagi seorang ulama, lalu ia bertany kepada ulama tersebut adakah ampunan baginya setelah membunuh 100 orang, lalu ulama tersebut bertanya kepadanya " siapa yang menghalangi antara engkau dengan taubah?" tidak ada yang menghalangi terkecuali engkau minta kepada Allah dengan satu syarat yaitu engkau tinggalkan kampungmu ( tempat maksiat ) menuju tempat ketaatan, dari tempat yang banyak orang melakukan maksiat menuju tempat yang banyak orang yang banyak melakukan kebaikan. Maka dari hadits ini kita bisa mengambil istimbat bahwa disunnahkan untuk berhijrah dari suatu tempat yang sudah terlalu parah keburukan dalam kampung tersebut, karena kalaupun kita dapat selamat namun anak keturunan kitabisa terancam hal tersebut. Setelah dia berhijrah, ketika dalam perjalanan, ia dijemput oleh kematian, maka datang kepadanya malaikat rahmat dan malaikat azab, maka kedua malaikat tersebut berselisih untuk mengambil orang tersebut. Malaikat rahmat berkata " aku akan membawa orang ini karena memiliki niat yang tulus untuk bertaubat kepada Allah SWT." Sedangkan malaikat azab berkata " tidak bisa, orang ini tidak pernah sekalipun berbuat kebaikan.". maka Allah mengirimkan seorang malaikat dalam bentuk manusia sebagai hakim atau penengah, maka malaikat tersebut mengatakan " sebaiknya kita mengukur jarak orang ini dari tempat yang banyak kebaikan atau tempat yang banyak kemaksiatan". Didalam hadits disebutkan bahwa jarak antara orang tersebut dengan tempat yang ia tinggalkan adalah sejengkal lebih dekat dengan tempat kebaikan, maka malaikat rahmat yang membawanya. Maka dalam hadits inipun kita dapat beristmbat bahwa kita diperintahkan untuk dekat denga orang orag sholeh, karena dekat dengan orang-orang sholeh akan membawa kebaikan didunia, dalam kubur bahkan di akherat sertapadang mahsyar akan membawa manfaat tang begitu besar. Karena seseorang akan bersama dengan yang ia cintai kelak dihari kiamat. Ada riwayat lain mengatakan bahwa dada orang tersebut menghadapke tempat yang baik. Maghfiroh dan ampunan dari Allah itu adalah suatu pemberian yang amat besar untuk itu kita janganlah enggan enggan untuk memohon ampunan tersebut. Karena Rasulullah bersabda " التائب من الذنب كمن لا ذنب له " (orang yang bertaubat dari suatu dosa bagaikan seseorang yang tidak berdosa).
 
Mudah-mudahan Allah melimpahkan anugerahNya serta maghfirohNya serta keberkahanNya kepada kita semua yang hadir , bangkit dari tepat ini diampuni oleh AllahSWT, bahkanlebih dari itu, orang yang hadir dalam majelis ilmu diberikan lebih bukan hanya ampunan akan tetapi keburukannya digantikan dengan kebaikan.

No comments:

Post a Comment