Friday, 27 October 2017

Buku 2: Membumikan Akuntansi Syariah di Indonesia

Membumikan Akuntansi Syariah di Indonesia

BAB VIII
AKUNTANSI UNTUK ISTISHNA’
1. Karakteristik
Seperti telah dijelaskan pada bab akad, istishna mempunyai karakteristik yang hampir sama dengan salam. Istishna adalah akad jual beli antara pembeli (al-mustashni) dan as shani (produsen yang juga sebagai penjual). Berdasarkan akad tersebut, pembeli menugasi produsen untuk menyediakan barang pesanan (al-mashnu) sesuai spesifikasi yang disyaratkan pembeli dan penjualnya dengan harga yang disepakati. Cara pembayaran dapat berupa pembayaran dimuka, cicilan, atau ditangguhkan sampai jangka waktu tertentu. Ketentuan harga barang pesanan tidak dapat berubah selama jangka waktu akad.

Bank dapat bertindak sebagai pembeli atau penjual dalam suatu transaksi istishna. Jika bank bertindak sebagai penjual kemudian memesan kepada pihak lain (sub kontraktor) untuk menyediakan barang pesanan dengan cara istishna maka hal ini disebut istishna pararel.
 
Istishna paralel dapat dilakukan dengan syarat sebagai berikut.
a) Akad kedua antara entitas syariah / pembeli (misal,bank syariah) dan sub kontraktor terpisah dari akad pertama antara penjual (bank syariah) dan pembeli akhir.
b) Akad kedua dilakukan setelah akad pertama sah.
Pembeli mempunyai hak untuk memperoleh jaminan dari produsen/ penjual atas
a) jumlah yang telah dibayarkan, dan
b) penyerahan barang pesanan sesuai dengan spesifikasi dan tepat waktu.
 
Produsen/penjual mempunyai hak untuk mendapatkan jaminan bahwa harga yang disepakati akan dibayar tepat waktu. Perpindahan kepemilikan barang pesanan dari produsen/penjual ke pembeli dilakukan pada saat penyerahan sebesar jumlah yang disepakati.

Baca selengkapnya DISINI

No comments:

Post a Comment