Saturday, 16 September 2017

Sukses Menjalankan Bisnis Online MLM Jaringan



Sukses Menjalankan Bisnis Online MLM Jaringan

Mengikuti bisnis Online jaringan, pada dasarnya intinya yang dikerjakan adalah menjual produk dan merekrut member. setelah banyak merekrut member jadi merasa harus bertanggungjawab karena sudah merekomendasikan atau mengajak untuk menjadi member dijaringan saya. paling tidak agar member yang saya ajak tidak rugi, dan tantangan saya ingin membuktikan atas kalimat promosi yang saya tawarkan pada proses perekrutan member, salah satunya yaitu mendapatkan penghasilan pasive income dari bisnis yang saya rekomendasikan. saya sudah menghasilkan dari bisnis mlm ini saya pun berbagi cara yang saya lakukan sehingga saya mendapatkan komisi, tapi dalam prakteknya member ada yang belum memahami sehingga kesulitan dala menjalankan bisnis yang saya rekomendasikan.

Untuk itu pada hari ini saya posting blog tentang Apa itu Bisnis MLM dan bagaimana agar sukses dari bisnis MLM ini berikut ulasannya

Sebelumnya Kenapa memilih bisnis MLM / jaringan, berikut ada sedikit kutipan

Menurut Robert T.Kiyosaki dalam bukunya, ada tiga tipe sistim bisnis yang digunakan saat ini.
Pertama, perusahaan tradisional, dimana seseorang membangun sisitm sendiri.
Kedua, franchises, yang sistimnya dapat dibeli-memegang franchises.
Ketiga MLM, yaitu suatu sistim yang dapat anda beli dan menjadi bagian dari sistim tersebut.
Dari ketiga tipe itu, maka rekomendasinya pada MLM untuk pindah ke kuadran kanan.

Kenapa pilihannya pada MLM ? Robert bercerita soal temannya, seorang milyader real estat, yang menjadi distributor MLM. Padahal temannya itu dikenal tidak membutuhkan uang. “Tapi ia begitu semangat, sehingga membuat saya kaget. Saya bertanya, kenapa dia terjun ke MLM?” tutur Robert pada majalah Network Marketing Lifestyle.

Ternyata jawaban sang teman sungguh tak terduga. Dia ingin menolong orang lain mendapatkan passive income, seperti halnya diperoleh di real estat. “Banyak orang bertanya pada saya, bagaimana caranya memperoleh passive income di real estat. Padahal mereka tidak punya latar belakang pendidikan seperti saya, juga tidak punya modal tambahan untuk investasi di real estat,” tutur sang teman. Dia percaya, MLM memberikan peluang pada masyarakat untuk membangun passive income, sekaligus mendukung mereka belajar menjadi investor profesional.

Karena itu, Robert akhirnya maklum bila temannya atau masyarakat begitu tertarik kepada MLM. Sebab, dibandingkan waralaba, modal yang dilontarkan bisnis ini relatif kecil-hanya membeli starterkit untuk keanggotaan. Bahkan, Robert mengistilahkan MLM itu seperti halnya membeli “waralaba” kepribadian, mengingat muara dari bisnis MLM merekrut orang dan membentuk jaringan. Namun, Robert mengingatkan, sukses di MLM ataupun salah satu di kuadran kanan tetap bekerja keras dan antusias. Sebab ia telah meneliti beberapa perusahaan MLM, baik mengenai produk, marketing plan maupun rancangan pendidikan (training). Hasilnya? Robert merekomendasikan untuk masuk ke kuandran kanan lewat MLM, kuncinya bukan produk. Melainkan rancangan pendidikan yang ditawarkan perusahaan MLM.

“Saya melihat, ada beberapa perusahaan MLM yang hanya tertarik menjual sistimnya kepada masyarakat. Tapi ada juga yang mendidik dan membantu anda mencapai kesuksesan.” Robert mengaku, dari hasil penelitiannya tentang MLM, menemukan dua hal penting yang dapat dipelajari-pertama, mengatasi ketakutan, dan kedua, bagaimana menjadi pemimpin.

Menurut Robert, sukses dapat diraih, bila seseorang belajar mengatasi ketakutan terhadap penolakan, dan cuek terhadap penilaian orang tentang Anda. Sebagai contohnya, Robert menyebut ayahnya mendorong bekerja di perusahaan xerok selama empat tahun. “Dorongan ayah saya ini, agar saya dapat mengetasi rasa malu dan takut pada penolakan.” Jadi yang penting, janganlah mendengar pendapat orang, melainkan pendapat Anda sendiri, kenapa melakukannya?

Lalu, pelajarilah bagaimana orang sukses itu dapat memimpin bawahannya? Sebab, latar belakang, merupakan hal tersulit dalam bisnis. “Saya sering menemukan pemimpin alami, punya kamampuan interaksi dan memberi inspirasi kepada orang lain. Ini merupakan keahlian yang tak ternilai yang dapat di pelajari.”

Menurutnya, transisi dari kuadran kiri ke kuadran kanan, bukan sesuatu yang harus anda lakukan. Melainkan apa yang Anda inginkan. Jadi, kata Robert, jika anda belajar mengatasi penolakan, tidak terpengaruh oleh perkataan orang dan belajar memimpin, akan menemukan kemajuan. Disinilah, rekomendasi Robert dalam memilih perusahaan MLM, patutu disimak dengan baik-baik. Setidaknya, bagaimana perusahaan MLM itu dapat membangun Anda tidak sekedar sebagai sales. Tapi, lebih dari itu.

No comments:

Post a Comment