Thursday, 10 August 2017

ARTI PANJAT PINANG



ARTI PANJAT PINANG

Banyak hal yang bisa dipetik dari atraksi panjat pinang. Panjat pinang dapat dilukiskan sebagai upaya manusia untuk menggapai cita-cita dan aspirasinya. Aspirasi dan tujuan hidup merupakan sasaran yang membawa manusia tahu dan mengerti akan apa yang sedang dikerjakannya saat ini. Manusia yang malang di dunia ini, bukan mereka yang tidak mempunyai uang (miskin), melainkan mereka yang tidak mempunyai tujuan dalam hidupnya.

Usaha pencapaian cita-cita tersebut tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi harus melibatkan orang lain dalam relasi yang harmonis. Dalam panjat pinang tampak pembagian tugas yang jelas, ada yang sebagai penahan beban dibawah, ada yang tugasnya menghilangkan oli yang licin dan ada yang siap di atas untuk meraih hadiah-hadiah yang tergantung.
nanao178.deviantart.com

Jika dicermati lebih jauh, dalam atraksi tersebut, seluruh tim seolah-olah bekerja sama. Pada kenyataannya banyak peserta yang tidak menyadari bahwa mungkin maksud hatinya menolong rekannya supaya sampai di atas, namun yang terjadi adalah justru menariknya kembali ke bawah. Disadari atau tidak, dalam kehidupan ini pun demikian, teman yang dikira teman, akhirnya malah menjatuhkan. Memang diperlukan kejernihan dan niat tulus untuk menggapai cita-cita dalam kerja sama agar diperoleh dukungan yang kuat dari lingkungan. Itulah sebabnya, peran dan dukungan keluarga sangat penting dalam upaya merealisasikan mimpi-mimpi menjadi kenyataan yang proporsional.

Panjat pinang menggambarkan kehidupan manusia yang naik turun, tidak stabil dan seimbang. Ada kalanya seseorang berada dalam puncak karier dan kekayaan, namun ada kalanya berada pada titik terendah dalam hidup. Ada yang sukses materi, namun gagal dalam mendidik anak-anaknya. Ada pula yang gemilang dalam karier, namun kering dalam kehidupan spiritual. Itulah sebabnya tidak ada yang konstan dalam kehidupan ini.

Mengucapkan syukur untuk setiap anugerah kehidupan yang dinikmati setiap hari merupakan langkah yang paling baik untuk bisa melalui kehidupan ini dengan penuh kebahagiaan. Jika kesuksesan tidak ada yang konstan, maka kegagalan pun demikian, tidak akan ada yang bertahan selama-lamanya. Semua akan berakhir dan berganti dengan yang baru. Itulah sebabnya Billi S. Lim mengatakan bahwa “Kegagalan tidak berhenti di kegagalan, dia hanya menumpang lewat saja dalam diri manusia”. Bahkan Thomas Alfa Edison mengatakan bahwa “Banyak orang yang gagal adalah orang yang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan kesuksesan saat mereka menyerah”.

Oleh karena itu, hidup ini berputar, sudah semestinya setiap orang saling merendahkan hati dan menganggap orang lain lebih penting dari dirinya sendiri. Kunci kerendahan hati inilah yang selanjutnya mendorong seseorang untuk mampu melayani satu sama lainnya.

Kembali jika kita telaah secara seksama, atraksi panjat pinang selalu menempatkan orang yang lebih gesit, lincah, kompeten, dan kreatif pada posisi di atas. Sedangkan yang lainnya, biasanya pada posisi yang mendukung penuh di bawah. Jarang sekali orang berlomba-lomba untuk naik atau menjadi orang yang paling atas. Tidak ada waktu untuk negosiasi berdasarkan kedekatan hubungan teman untuk menempati posisi di ata. Setiap pemain dalam panjat pinang, akhirnya sadar diri dan tahu memposisikan dirinya sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya.

Itulah sebabnya, dalam rangka memajukan bisnis jaringan ini, sudah seharusnya orang-orang yang berkompeten siap naik dan berbicara digarda terdepan. Bisnis ini tidak akan berkembang jika menekankan senioritas tanpa didukung oleh kompetensi yang maksimal. Perusahaan pun akan tersendat-sendat lajunya, seandainya dalam menjalankan bisnis ini masih menekankan pada faktor kedekatan.

Sebagaimana halnya panjat pinang, baik yang di atas maupun di bawah, baik yang kompeten maupun yang perlu diasah lagi kompetensinya, semuanya memiliki peran masing-masing. Orang yang di atas tidak mungkin bisa mencapai harapannya tanpa dukungan yang di bawah. Begitu pun sebaliknya, orang yang di bawah tidak mungkin bisa meraih cita-cita timnya tanpa ada orang yang lebih kompeten dan menjadi pendobrak di atasnya. Tidak selalu yang kita tabor itu pula yang kita tuai. Kadangkala justru terjadi sebaliknya, kita harus berbesar hati mengizinkan orang lain untuk menuai apa yang sudah kita rintis selama ini. Orang yang menuai pun tidak selalu dia telah menabur benihnya, mungkin orang lain sebelum dia. Oleh sebab itu, diperlukan pengakuan dan penghargaan atas karya-karya orisinalitas orang lain.
 
Oleh karena itu, tidak ada orang yang merasa dirinya lebih penting dalam memajukan perusahaan. Dalam era persaingan seperti saat ini, tidak tepat rasanya jika masih ada segelintir individu yang menganggap korsanya lebih penting dari yang lain. Tinggal bagaimana kita menempatkan orang-orang yang tepat pada tempat yang tepat supaya terjadi pelipatgandaan manfaat kompetensi. Selamat meraih cita-cita hidup Anda dalam bisnis ini.

No comments:

Post a Comment