Friday, 17 February 2017

FILSAFAT ISLAM

FILSAFAT ISLAM: TINJAUAN HISTORIS-KRITIS
Dr Syamsuddin Arif

1. Makna Filsafat
Kita mulai dengan terminologi. Istilah ‘filsafat’ atau ‘falsafah’ dalam bahasa Indonesia diserap dari bahasa Arab: فلسفة . Ia merupakan pengaraban dari kata majmuk φιλοσοφία (philosophia) yang dalam bahasa Yunani kuno gabungan dari kata philein (cinta) dan sophia (kearifan). Apa makna ‘sophia’ dijelaskan oleh Aristoteles: “Biasanya sophia dipahami sebagai pengetahuan mengenai pokok-pokok perkara dan sebab-sebabnya (oti μhn oun h sojia peri tinaV arcaV kai aitiaV estin episthμh dhlon).” Oleh para cendekiawan Romawi dan tokoh-tokoh Gereja istilah ‘sophia’ diterjemahkan dalam bahasa Latin menjadi ‘sapientia’, dari kata kerja sapere yang artinya mengetahui. Definisinya seperti dikemukakan oleh Thomas Aquinas: “Sapientia adalah pengetahuan yang membahas sebab-sebab utama dan sebab-sebab umum; sapientia meneliti sebab-sebab inti dari segala sebab (sapientia est scientia quae considerat causas primas et universales causas; sapientia causas primas omnium causarum considerat)”.

Demikianlah istilah ‘filsafat’ berarti ilmu pengetahuan yang dicapai manusia dengan akal pikirannya. Para filsuf/filosof mempelajari aneka persoalan alam semesta, langit, bumi, manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan, mineral dan lain sebagainya. Mereka adalah kelompok orang-orang yang di zaman sekarang kita panggil sebagai saintis. Betul, filsuf adalah saintis, karena waktu itu belum dikenal pemisahan dan pembedaan sempit seperti yang kita kenal saat ini antara filsafat dan sains, antara filsuf dan saintis, antara ahli biologi dan ahli geologi, antara ahli fisika dan ahli kimia. Bahkan sehingga zaman Isaac Newton (1642-1727), kajian mengenai fenomena-fenomena alam yang kini kita namakan ‘fisika’ masih disebut ‘filsafat alam’. Simaklah judul karya monumentalnya: Philosophiae naturalis principia mathematica –prinsip-prinsip matematis dari filsafat alam (1687). Adapun istilah ‘scientia’ dan turunannya (science, scienza, sains) dalam arti yang sempit baru marak digunakan sejak dua abad terakhir ini.

Baca selengkapanya dalam makalah dibawah ini:
MAKALAH LENGKAP 

Sumber: Website Ust. Adian Husaini

No comments:

Post a Comment