Tuesday, 7 February 2017

DAKWAH KONTEMPORER

DAKWAH KONTEMPORER
Tantangan dan Peluang
Oleh: Dr. Adian Husaini
(Praktisi Dakwah, Wakil Pimpinan Umum PP Husnayain)

Era Kontemporer
Tidak dapat dipungkiri, bahwa di era kontemporer saat ini, umat manusia dan juga umat Islam sedang dikuasai oleh satu peradaban besar, bernama peradaban Barat modern. Hampir tidak ada aspek kehidupan yang lepas dari pengaruh nilai-nilai Barat: politik, hankam, pendidikan, ekonomi, budaya, bahkan juga pemikiran, bahkan agama. Melalui globalisasi, sekarang Barat mendominasi seluruh aspek kehidupan manusia. Bisa dikatakan, saat ini salah satu tantangan dakwah terbesar yang dihadapi umat Islam, bahkan umat manusia pada umumnya – adalah tantangan yang diakibatkan oleh hegemoni peradaban Barat.


Kaum Katolik, misalnya, menyadari benar akan hal ini. Maka, menurut Kardinal Francis George dari
Chicago, terpilihnya Kardinal Ratzinger sebagai Paus di awal abad ke-21 sangatlah tepat, sebab, setelah Komunis runtuh, saat ini tantangan terbesar dan tersulit justru datang dari peradaban Barat. Ratzinger yang memilih nama Benediktus XVI adalah orang yang datang dari Barat dan memahami sejarah dan kebudayaan Barat. (Today the most difficult challenge comes from the West, and Benedict XVI is a man who comes from the West, who understands the history and the culture of the West). Tahun 1978, saat terpilihnya Paus Yohannes Paulus II, tantangan terberat yang dihadapi Katolik adalah Komunisme. Dan tahun 2005, para Kardinal telah memilih seorang Paus yang tepat untuk menghadapi apa yang disebut oleh Benediktus XVI sebagai “dictatorship of relativism in the West”. (John L. Allen, The Rise of Benedict XVI, (New York: Doubleday, 2005), hal. 155-166. )

Dalam buku populernya, The Clash of Civilizations and the Remaking of World Order, (New York: Touchtone Books, 1996), Samuel P. Huntington menyebutkan, saat ini, setelah Perang Dingin berakhir, maka rivalitas antar superpower digantikan dengan “clash of civilizations”, yang kini dimainkan oleh sembilan peradaban besar yang masih eksis: Kristen Barat, Amerika Latin, Afrika, Islam, Cina, Hindu, Kristen Orthodoks, dan Jepang.

Karena peradaban Barat adalah peradaban yang mendominasi umat manusia – termasuk kaum Muslim – saat ini, maka sudah sepatutnya jika kaum Muslim memahami benar hakekat peradaban ini; bagaimana peradaban ini menguasai umat Islam; melalui jalan mana saja; dengan cara apa saja; dan siapa saja kaki tangan atau agen-agennya di kalangan kaum Muslim. Sebuah rumus populer yang dirumuskan Sun Tzu untuk memenangkan peperangan: “Kenali lawanmu, kenali dirimu!”

Secara hakiki, peradaban Barat memiliki perbedaan yang fundamental dengan Islam. Barat adalah sebuah peradaban yang berdasarkan nilai-nilai sekular-liberal, yang kini dipaksakan untuk dianut oleh seluruh umat manusia, melalui berbagai cara. Sejak awal, peradaban yang tumbuh dari tradisi Yunani-kuno dan Romawi ini sebenarnya memiliki tradisi yang berakar pada nilai-nilai materialistik, hedonistik, dan juga mistik. Banyak sarjana Muslim yang sudah mengkaji dengan cermat hakekat peradaban Barat ini, dan menjelaskan apa karakteristik negatif dan positif yang ada pada peradaban yang sedang menang ini.

Sumber: Website Ust. Adian Husaini

Baca selengkapnya dalam makalah dibawah ini:
MAKALAH LENGKAP

No comments:

Post a Comment