Sunday, 5 February 2017

BAGAIMANA MENGALAHKAN YAHUDI?

BAGAIMANA MENGALAHKAN YAHUDI?
Oleh: Adian Husaini, M.A.
(Dosen di Pasca Sarjana Pusat Studi Timur Tengah dan Islam—Universitas Indonesia (PSTTI-UI)/Ketua Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia)

Ketika makalah ini ditulis, dunia sedang menyaksikan kebiadaban Zionis-Yahudi di Jalur Gaza. Hampir 1.000 orang warga Palestina dibunuh dengan biadab oleh Zionis Israel dan ribuan lainnya luka-luka. Dunia mengutuk kebiadaban Israel tersebut. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengutuk keras serangan tersebut, dan meminta PBB segera mengambil langkah-langkah yang efektif untuk menghentikan kebiadaban Israel tersebut. SBY juga memberikan bantuan 1 juta USD untuk Palestina. Tapi, Presiden AS George W.
Bush justru menyalahkan pihak Hamas dalam serangan tersebut. Dewan Keamanan PBB sudah mengeluarkan resolusi, agar perang dihentikan, tetapi Israel tidak menggubris resolusi tersebut.

Seperti biasa, dunia hanya bisa mengecam aksi-aksi kebiadaban Israel dan tidak bisa berbuat banyak. Mengapa semua ini bisa terjasi? Apakah Yahudi benar-benar perkasa dan tidak bisa terkalahkan, sehingga seolah-olah mampu menguasai dunia. Wacana tentang “Yahudi menguasai dunia” pernah mengemuka kembali di dunia internasional tahun 2003, menyusul pidato Perdana Manteri Malaysia Mahathir Mohammad dalam KTT Organisasi Konferensi Islam ke-10 (16/10/2003) di Kuala Lumpur. Kata Mahathir: “The European killed six million Jews out of 12 million. But today the Jews rule this world by proxy.” Ungkapan
Mahathir ini kemudian menjadi heboh. Reaksi keras berdatangan dari para pemimpin Barat dan Yahudi. Mahathir dituduh anti-Semit dan mengobarkan kebencian terhadap Yahudi.

Benarkah Yahudi kini menguasai dunia? Sebagian ilmuwan menyatakan tidak. Samuel P. Huntington, misalnya, tidak memasukkan “Peradaban Yahudi” (Jewish Civilization) ke dalam deretan peradaban besar (major civilization). Arnold Toynbee, malah menyebut, peradaban Yahudi merupakan ‘arrested civilization’ (peradaban yang tertawan). (Lihat: Samuel P. Huntington, Clash of Civilizations and the Remaking of World Order, (New York: Touchtone Books, 1996).

Jumlah kaum Yahudi sangat kecil. Dalam Atlas of The World's Religions, disebutkan jumlah pemeluk agama Yahudi 15.050.000. Pemeluk Islam adalah 1.179.326.000, dan pemeluk Kristen 1.965.993.000. (Ninian Smart, Atlas of The World's Religions, (New York: Oxford University Press, 1999). CM Pilkington, dalam bukunya, Judaism, malah menyebut jumlah Yahudi hanya 13 juta. Mereka kini tersebar utamanya di 10 negara, yaitu USA (5.800.000), Israel (5.300.000), Bekas Uni Soviet (879.800), Perancis (650.000), Kanada (362.000), Inggris (285.000), Brazil (250.000), Argentina (240.000), Hongaria (100.000), dan Australia (97.000). (Lihat, Pilkington, Judaism, (London: Hodder Headline Ltd., 2003).

Dalam pidatonya tersebut, Mahathir Mohammad sebenarnya lebih menekankan, agar umat Islam belajar dari sejarah Yahudi. Bagaimana bangsa kecil yang mengalami penindasan selama ribuan tahun ini, berhasil survive (selamat) dan bahkan kemudian menjadi salah satu kekuatan dunia (world power). Ia menekankan, bahwa Yahudi selamat, lebih karena menggunakan “otak”, dan bukan hanya kekuatan fisik. “Muslims were up against people who think; people who survived 2000 years of pogroms not by hitting back, but by thinking.”

Temukan kelanjutannya dalam makalah lengkap dibawah ini:
MAKALAH LENGKAP

Sumber: Webiste Ust. Adian Husaini

No comments:

Post a Comment